SOY YOUNK BLOG'S

UNTUK SAHABAT BLOG INI DI BUAT…………………………

MENGAKHIRKAN SAHUR SAAT PUASA DI BULAN RAMADHAN

Hingga detik ini, masih cukup banyak yang mempermasalakan waktru imsak (tidak boleh makan sahur lagi), apakah ini ikhtilaf ( Perbedaan pendapat) atau tidak. Ataukah ini perbuatan orang-orang bodoh yang tidak kenal sunnah atau Islam secara kaff…ah?. Untuk menjawabnya kita kembalikan ke Quran dan hadits.

“Sesungguhnya perbedaan antara puasa kami dengan puasa ahli kitab adalah makan sahur”. (HR.Muslim No.1096).

“Makan sahurlah, karena sesungguhnya sahur itu mengandung berkah.” (HR>Bukhori: 1096).Pertanyaannya sampai kapan batasan makan sahur itu. Kebanyakan umat Islam membatasinya dengan waktu 10 menit-15 menit jelang subuh, namanya Imsak. Buat jaga-jaga. katanya. Satpam memangnya?”.. dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yatu fajar..” (Albaqoroh:187)

As-Sunnah> Waktu sahur di mulai setelah tengah malam dan selesai terbit fajar.Berdasarkan ucapan Zaid bin Arqam, ” Kami makan sahur bersma Rosulullah Shallallahu wa ‘alaihi wasallam kemudian beliau bangkit untuk Shalat.” Zaid bertanya,” Berapa lama antara adzan dengan (beliau makan sahur)? Zaid menjawab,” Kurang lebih lima puluh ayat’> (HR.Bukhori 575, HR.Muslim1097)Seseorang berkata kepada Ibnu Abbas ,’ Aku makan sahur, jika aku ragu maka aku berhenti.” Maka Ibnu Abbas berkata kepadaku,” Makanlah selama kamu ragu sehimgga kamu tidak ragu.” Maksudnya sampai yakin subuh sudah masuk – Penuli-AHSI.” Apabila seseorang dari kalian mendengar adzan (Subuh), sementara itu gelas masih di tangannya, maka janganlah ia meletakkannya hingga menyelesaikan minumnya (sahurnya penulis-SI).” (HR.Abu Dawud no.2333 dan HR.Hakim 1/426.) menurut Kamal bin As Sayid Salim derajatnya Shahih.

 

Kesimpulan, Berdasarkan dalil/ dasar hukum Islam yaitu Quran dan As-sunnah mengenai imsak jelas itu adalah bid’ah!,  sahabat. Buktinya meski subuh sudah masuk boleh koq makan sahur.!Hikmah terbesar dari meng-akhirkan sahur adalah agar umat Islam tidak berat untuk bangun sebelum subuh. Kedua agar tubuh lebih kuat. Ketiga tidak perlu begadang nungguin sahur alias bisa bobo lebih lama. he he. Paling penting adalah meneladani Rosullullah Shallallahu Wa ‘alaihi wasallam.Cikarang Barat, 1 Ramadhan 1432 HambaNya yang Paling Fakir akan IlmuNyaAbu Hada Sukpandiar Ibnu Muhammad Idris Al-Palimbani

 

Revisi, Faidah meng-akhirkan Sahur :

 

1. Sikap hati-hati dengan munculnya istilah imsak,itu bukan dalil tapi dalih, buktinya berdasarkan Quran dan hadits di atas sangat jelas, jika kamu ragu, maka terus lah makan sahur sekalipun waktu subuh sudah masuk. Ini menunjukkan sahur itu tak boleh terburu-buru, karena buru-buru itu sifat syeton.

bahwa Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda pada Asyaj Abdul Qois, ”Sesungguhnya dalam dirimu terdapat dua sifat yang dicintai oleh Allah, yaitu sabar dan tidak tergesa-gesa”.(Al-Bukhari dalam Adabul Mufrod no. 586.) Di lain waktu sahabat Anas . meriwayatkan, bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,” Sifat perlahan-lahan (sabar) berasal dari Allah. Sedangkan sifat ingin tergesa-gesa itu berasal dari syetan”. (Diriwayatkan oleh Abu Ya’la dalam Musnadnya dan Al-Baihaqi dalam Sunanul Qubro). Jadi bagaimana mungkin orang lagi makan sahur menghentikan nya dengan alasn imsak telah masuk, sedangkan ketika sahur saja kita boleh lanjut makannya!. Dengan tidak terburu-buru berarti kita telah terhindar dari Tasyabbuh pada Syeton,

 

2. Di Sunnahkan untuk menghabiskan makanan>

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

إِذَا أَكَلَ أَحَدُكُمُ الطَّعَامَ فَلاَ يَمْسَحْ يَدَهُ حَتَّى يَلْعَقَهَا أَوْ يُلْعِقَهَا وَ لَا يَرْفَعَ صَحْفَةً حَتَّى يَلْعَقَهَا أَوْ يُلْعِقَهَا، فَإِنَّ آخِرَ الطَّعَامِ فِيْهِ بَرَكَةٌ

Apabila salah seorang kamu makan makanan, janganlah dia mengelap tangannya hingga menjilatinya atau meminta orang menjilatinya. Dan janganlah dia mengangkat piringnya hingga menjilatinya atau meminta orang untuk menjilatinya., karena pada makanan terakhir terdapat barakah.” (HR. Bukhari no. 5465; Muslim no. 2031, Abu Dawud, Nasai, Ahmad dan lainnya. Dishahihkan oleh al Albani dalam al Silsilah al Shahihah: 1/675)nah kalo dahImsak, bagaimana mungkin menghabiskan makan sahurnya?.

 

3. Mendapat barokah / ngalap berkah yang sesuai Quran n sunnah yang shahih> Dalilnya baca di atas

 

4. Mendapat surga , karena menjalankan sunnah Rosulullah shallallahu ‘alaih wasallam, jika masih enggan mengakhirkan sahur, istilahnya “KEKEH” bahwa Imsak itu sebagai sikap ke hati-hatian, ketahuilah, ia enggan masuk masuk surga.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :Semua umatku akan masuk surga kecuali yang tidak mau. Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, siapakah orang yang enggan?” Beliau menjawab, Barangsiapa yang taat kepadaku dia masuk surga dan barang siapa yang melanggar perintahku dia tidak mau.” (HR. Bukhari). Dari hadits ini ada sebuah pelajaran bagi semua umat Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa selama mereka istiqamahkomitmen,beriltizam dalam memegang petunjuk Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam maka mereka akan dimasukkan ke Surga. Namun sebaliknya bagi mereka yang enggan tidak mau mengikuti petunjuk Rasulullah maka dia akan masuk neraka yang abadi. Sebagaimana Firman Allah :

 

……Maka jika datang kepadamu petunjuk daripada-Ku, lalu Barangsiapa yang mengikut petunjuk-Ku, ia tidak akan sesat dan tidak akan celaka. (QS. Thahaa: 123)

 Fatwa Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin

Imsak Termasuk Bid’ah

 

Tanya :

Kami melihat di sebagian kalender pada bulan Ramadlan terdapat bagian yang dinamakan imsak, yaitu terjadi kira-kira 10 menit/seperempat jam sebelum masuk waktu shalat fajar (shubuh). Apakah perkara ini ada dasarnya dari sunnah ataukah termasuk bid’ah? Berilah kami fatwa, semoga Anda senantiasa mendapat pahala.

 

Jawab :

Yang benar (dan tidak ragu lagi) bahwa imsak seperti ini termasuk BID’AH yang tidak ada dasarnya bahkan hadits Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam menyelisihinya. Karena Allah Subhanahu wa Ta’ala telah berfirman: “Makan dan minumlah hingga jelas bagimu benang putih dari benang hitam yaitu fajar.” (QS. Al Baqarah : 187)

Dan sabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam: “Sesungguhnya Bilal mengumandangkan adzan di waktu malam maka makan dan minumlah kamu hingga mendengar adzan Ibnu Ummi Maktum karena ia (Ibnu Ummi Maktum) tidak mengumandangkan adzan sampai terbit fajar.” (HR. Bukhari 1799 dan Muslim 1092)

Imsak yang dibuat oleh sebagian orang merupakan tambahan atas apa yang diajarkan Allah ‘Azza wa Jalla. Maka hal itu termasuk perkara yang batil dan termasuk tanaththu’ (berlebih-lebihan) dalam beragama.

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda: “Telah binasa orang dahulu yang berlebih-lebihan, telah binasa orang dahulu yang berlebih-lebihan, telah binasa orang dahulu yang berlebih-lebihan.” (HR. Muslim, Kitabul Ilmi 2670)

di ambil dari grup facebook ISLAMIC CENTER DAARUSSUNAH WANGON

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: