SOY YOUNK BLOG'S

UNTUK SAHABAT BLOG INI DI BUAT…………………………

SIFAT WUDHU NABI SHALLALLAHU’ALAIHI WA SALLAM

Allah ta’ala berfirman :

 

يأيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا إذَا قُمْتْمْ إِلَى الصَّلاَةِ فَاغْسلُوْا وُجُوْهَكُمْ وَأَيْديَكُمْ إِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوْا بِرُؤُوْسِكُمْ وَ أَرْجُلَكُمْ إِلَى الِكَعْبَيْنِ

 

Wahai orang-orang yang beriman jika kalian berdiri untuk (mendirikan) sholat maka cucilah wajah-wajah kalian dan tangan-tangan kal…ian hingga ke siku-siku dan basuhlah kepala-kepala kalian dan (cucilah) kaki-kaki kalian hingga kedua mata kaki. (Al-Maidah : 6)

 

 

Berikut salahsatu hadist tentang cara berwudhu dalam kitab Shahih Muslim :

 

Hadis riwayat Usman bin Affan radhiallahu ‘anhu:

 

Dari Humroon -bekas budak Utsman bin Affan Bahwa suatu ketika Ia (Usman) minta dibawakan air lalu berwudhu. Beliau membasuh kedua telapak tangannya tiga kali emudian dia memasukkan tangan kanannya ke dalam air wudhu lalu berkumur-kumur, istinsyaq (menghirup air ke hidung) dan istintsar (mengeluarkannya). Kemudian dia mencuci wajahnya tiga kali. Kemudian membasuh tangan kanannya sampai ke siku sebanyak tiga kali, begitu juga tangan sebelah kiri. Kemudian dia mengusap kepalanya lalu mencuci kaki kanannya sebanyak tiga kali, begitu juga kaki kirinya. Kemudian setelah selesai dia (Utsman) berkata, “Saya melihat Nabi -alaihishshalatu wassalam- berwudhu seperti yang saya lakukan ini.”  (HR. Muslim No. 226) 

 

PENJELASAN DETAILNYA

 

1. NIAT

 

“Sesungguhnya amalan-amalan itu dengan niat.” (Mu’ttafaqunálaih). 

 

Syeikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata:

 

“Tempat niat itu di hati, bukan di lisan sebagaimana yang disepakati oleh para imam kaum Muslimin, sama ada pada ibadah, taharah, solat, zakat, puasa, haji, membebaskan hamba, jihad dan selainnya. Jika diucapkan dengan lisannya tetapi berlainan dengan kehendak hatinya maka yang diterima hanya yang diniatkan oleh hatinya bukan lafaznya. Sebaliknya jika diucapkan niat dengan lisannya sedangkan berlainan dengan niat yang di hatinya maka ia tidak diterima menurut kesepakatan Imam-Imam Muslimin”.  (Majmu’ ar-Rasail al-Kubra. 1/234)

 

2. MEMBACA “BISMILLAH”

 

لا وضوء لمن لم يذكر اسم الله عليه

 

“Tidak ada wudhu bagi orang yang tidak membaca nama Allah atasnya.”  (Riwayat Ibnu Majah ,

at-Tirmidzi dan Abu Dawud, dan disahihkan oleh al Albany dalam Shahih al-Jami’ (7444). 

 

Hadits ini menunjukan akan wajibnya membaca “bismillah”  karena Rosulullah menggunakan fiil amr (kata kerja perintah).

 

Syaikh Al-Albani berkata : “…Tidak ada dalil yang mengharuskan keluar dari dhohir hadits ini (yaitu wajibnya mengucapkan bismillah-pent) ke pendapat bahwa perintah pada hadits ini hanyalah untuk mustahab. Telah tsabit (akan) wajibnya, dan ini adalah pendapat Ad-Dzohiriyah, Ishaq, satu dari dua riwayat Imam Ahmad, dan merupakan pendapat yang dipilih oleh Sidiq Hasan Khon, Syaukani, dan inilah (pendapat) yang benar Insya Allah” (Tamamul Minnah 89)

 

3. MENCUCI TANGAN TIGA KALI SAMPAI PERGELANGAN TANGAN

 

Berkata Syaikh Ali Bassam : “Disunnahkan mencuci dua tangan tiga kali hingga ke pergelangan tangan sebelum memasukkan kedua tangan tersebut ke dalam air tempat wudlu, dan ini merupakan sunnah menurut ijma’. Dan dalil bahwa mencuci kedua tangan hanyalah sunnah bahwasanya tidaklah datang penyebutan mencuci kedua tangan di dalam ayat-ayat (Al-Qur’an). Dan sekedar perbuatan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam saja tidaklah menunjukan akan wajib, hanyalah menunjukan kemustahabannya. Dan ini adalah qoidah usuliah”. (Taudihul Ahkam 1/161).

 

4. BERKUMUR DAN MEMASAUKAN (MENGHIRUP) AIR KEDALAM HIDUNG SEKALIGUS DARI SATU TANGAN SEBANYAK TIGA KALI

 

Di antaranya hadits ‘Abdullah bin Zaid

“Maka beliau berkumur-kumur DAN menghirup air dari SATU TELAPAK TANGAN. Beliau mengerjakan itu sebanyak tiga kali.”  (Muttafaqun álaih)

 

Berkata Imam An-Nawawy : “Adapun memisah (antara kumur-kumur dan menghirup air-pent.), tidak ada sama sekali hadits yang tsabit ‘kuat, sah’. Yang ada hanyalah hadits Thalhah bin Musharrif dan ia adalah (rawi yang) lemah.” (Al-Majmu’ Syarh Al-Muhadzdzab 1/398)

 

Dari Laqit bin Sabirah radiallahu ‘anhu berkata:

“Wahai Rasulullah, khabarkan kepadaku tentang wudhu! Baginda bersabda: Sempurnakanlah wudhu kamu, sela-selalah celah-celah jari-jemari kamu dan basuhlah hidung dengan MENYEDOT air ke hidung kecuali ketika kamu berpuasa”. (HR. Tirmizi. 38. Abu Daud. 142. Ibnu Majah. 407. Ibnu Hibban, Hakim dan Az-Zahabi. Disahihkan oleh Ibnu Hajar)

 

berkata Al Hafidz Ibnu Hajar Al Asqolaniy rohimahullah, “Memasukkan air ke hidung dengan menghisapnya sampai ke ujungnya, sedangkan istintsar adalah kebalikannya” (Fathul Baari hal. 78/10)

 

5. MENCUCI WAJAH TIGA KALI

 

“Maka cucilah wajah kalian.”  (Al-Maidah, 5:6) 

 

Berdasarkan ayat ini maka para Ulama mengatakan bahwa hukum mencuci wajah adalah WAJIB.

 

Dan batasannya adalah dari tempat biasanya tumbuh rambut kepala hingga ke ujung bawah dagu (secara vertikal), dan dari telinga ke telinga (secara horizontal). (Taudihul Ahkam 1/170)

 

6. MENCUCI KEDUA TANGAN SAMPAI SIKU TIGA KALI

 

“Dan (cucilah) tangan-tangan kalian sampai siku.”  (Al-Maidah, 5:6)

 

“Aku melihat Abu Hurairah berwudhu lalu mencuci tangannya yang kanan sampai awal lengan atasnya.” (Riwayat Muslim irwaul Golil no 94)

 

7. MEMBASUH KEPALA DARI DAHI HINGGA TENGKUK KEMUDIAN MENGEMBALIKANNYA KE TEMPAT SEMULA (DAHI) KEMUDIAN DILANJUTKAN KE TELINGA SEKALIGUS SATU KALI

 

Hadits Abdullah bin Zaid:

“Sesungguhnya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam membasuh kepalanya dengan kedua tanganya lalu membawanya ke depan dan ke belakang, beliau memulai dari permulaan kepala (dahi) kemudian membawanya ke tengkuknya, kemudian mengembalikannya ke tempat yang semula. (Muttafaqun’alaih) 

 

Hadits Abdullah bin Amr:

“Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengusap kepalanya dan memasukkan kedua jari telunjuknya kedalam kedua telinganya dan mengusap bagian luar kedua telinganya dengan kedua ibu jarinya”  (Hadits hasan diriwayatkan oleh Abu Dawud dan Nasa’i dan dishohihkan oleh Ibnu Khuzaimah) (Taudlihul Ahkam 1/166)

Dalam hadits ini tidak di singgung beliau mengambil air baru untuk kedua telinganya.

 

Imam Muslim meriwayatkan hadits ini dari jalan Ibnu Wahb:

“Dan beliau mengusap kepalanya dengan air bukan sisa (air untuk mencuci) tangannya.”

 

Dan Enam orang rawi lainnya semua meriwayatkan dari Ibnu Wahb dan mereka menyebutkan hadits dengan lafazh riwayat Muslim. Enam rawi itu adalah: Harun bin Ma’ruf, Harun bin Sa’id, Abu Ath-Thahir, Hajjaj bin Ibrahim Al-Azraq, Ahmad bin ‘Abdirrahman bin Wahb, dan Syuraij bin Nu’man. (Lihat riwayat mereka dalam Shahih Muslim no. 236, Musnad Abu ‘Awanah , dan Musnad Ahmad 4/41)

 

Apakah kedua telinga termasuk kepala?

Abu Hanifah, Malik dan Ahmad berkata, keduanya termasuk kepala.

berdalil kepada sabda Nabi shalllallahu álaihi wa sallam, “Kedua telinga termasuk kepala.” (HR. Abu Dawud, at-Tirmidzi dan Ibnu Majah)

 

Berkata Ibnul Qoyyim :”Tidak ada riwayat yang tsabit dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwasanya beliau mengambil air yang baru untuk mengusap kedua telinganya”. (Taudlihul Ahkam 1/180)

 

KESALAHAN:

Banyak diantara kaum muslimin ketika mengusap kepala maka mencukupkan mengusap bagian ujung-ujung rambutnya dan ini menyelisihi tatacara wudhu rasulullah shallallahu álahi wa sallam.

 

8. MENCUCI KEDUA KAKI SAMPAI MATA KAKI SEBANYAK TIGA KALI

 

Dan (cucilah) kaki-kaki kalian hingga kedua mata kaki. (Al-Maidah : 6)

 

Boleh dilebihkan hingga betis sebagaimana hadit Abu Hurairah:

Dia mencuci kakinya hingga naik ke betisnya, lalu dia berkata : “Demikianlah aku melihat Rosulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berwudhu” (Hadits shohih riwayat Muuslim, irwaul golil no 94)

 

KESALAHAN:

Banyak diantara kaum muslimin yang hanya menyiram dengan air kedua kakinya bukan dicuci atau hanya mengusap kakinya saja.

 

9. DOA SETELAH BERWUDHU

 

“Tidak ada seorang pun dari kalian yang berwudhu lalu menyempurnakan wudhunya kemudian berkata :

 

أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاََّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَ أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسوْلُهُ

 

kecuali akan dibukakan baginya pintu-pintu surga yang delapan dan dia masuk dari pintu mana saja yang dia sukai”. (Hadits riwayat Muslim, irwaul golil no 96)

 

Wallahu’alam…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: